Tampilkan postingan dengan label Icha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Icha. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 November 2010

‘RELATIONSHIP’ By Adyta Purbaya

Review oleh Karina Sacharissa



Finally, reviewnya kelar juga…
Nah, sebelumnya saya mau minta maaf kepada si pemilik buku, udah lamaaa banget saya dikirimin draftnya, bacanya juga udah lama selesai, tapi  baru bikin reviewnya sekarang… Maaf ya say, saya sedang sok sibuk akhir-akhir ini soalnya :">
Dari semua draft yang dikirim ke saya, hanya Dyta yang segenre dengan saya –teenlit—jadi saya lumayan excited membacanya. Buku teman-teman lain yang rata-rata berupa kumpulan cerpen :>
RELATIONSHIP ini berkisah tentang Rama dan Tisya yang sudah sangat akrab sejak kecil. Dimana ada Tisya disitu pasti ada Rama. Keakraban itu akhirnya menimbulkan pertanyaan dari sahabat-sahabat mereka apakah mereka sebenarnya berpacaran atau tidak? tapi Rama dan Tisya selalu memberikan jawaban yang kompak ‘kita teman doang kok!’.
Lalu datang Nindi, gadis berjilbab yang juga menyukai Rama. Entah bagaimana caranya, Nindi dan Rama bisa menjalin relationship di facebook dan membuat Tisya sangat, sangat, sangat sakit hati.  
‘Serasa gempa bumi berskala besar melanda diri Tisya. Air mata menetes perlahan dengan sendirinya tanpa bisa di tahan.’
Saya bisa merasakan bagaimana kesedihan mendalam yang dirasakan Tisya. Saya juga jadi ikut-ikutan jengkel pada tokoh Nindi itu. Dyta menggambarkannya dengan sangat baik! Apalagi Nindi dan sahabatnya juga sering meneror Tisya agar Tisya tidak dekat-dekat Rama lagi karena mereka sudah berpacaran. Benarkah? Ayo, baca kisahnya sendiri, tidak seru jika saya harus menceritakannya.
Saya suka sekali dengan pembukanya, izin copas ya ;)
Aku YAKIN, ada atau nggak ada aku,

nggak akan ada artinya buat kamu.

Kamu punya puluhan bahkan ratusan orang,

yang bisa jadi ‘’aku’’ buat kamu.

Sementara aku?

Aku hanya punya kamu.

dan memang hanya kamu yang aku butuhkan

Mohon tinggal lah dengan ku,

selama yang kamu mampu.

@dheaadyta

Relationship adalah kisah tentang persahabatan, cinta, dan ujian bagi hati, disini Dyta mengemasnya dalam tulisan yang amat manis. Hati memang kadang di uji, tapi hati tahu akan kemana melangkah, dan akhirnya menetapkan pilihan pada yang paling tepat.
Tidak semua perasaan dan hubungan juga harus di publish, harus diobral kepada orang banyak. Ada kalanya kita ingin hubungan itu hanya milik kita berdua saja. Milik hati kita.
Dan terakhir, untuk Dyta, tetap berkarya ya  :) :)


Senin, 15 November 2010

Warna Dari Pelangi – Karina Sacharissa

 review oleh rosepr1ncess


Saya tidak menyangka bisa se-terharu ini membaca teenlit. Setelah relationship-nya Adyta bikin saya ingat masa remaja, kini membaca karya Sacha membuat saya merinding. Karya teenlit ternyata tidak membosankan ketika ditulis oleh mereka berdua. Adyta dan Sacha membuktikan bahwa di usia mereka yang masih belia, mereka sudah bisa berkarya dan tidak sembarang berkarya.


Warna Dari Pelangi karya Sacha bercerita tentang seorang Gadis SMA bernama Kirana Pelangi Ghita. Gadis itu senang menyebut dirinya sendiri Kla. Ia memiliki teman akrab perempuan bernama Sita, yang meski rumahnya cukup jauh dari tempat tinggalnya, Kla selalu mendatanginya karena Sita selalu antusias mendengar coletehnya yang selalu fres setiap hari. Kla menyukai salah satu seniornya, bernama Gian. Setiap kali ada Gian, Kla tak bisa berkutik. Tapi ketika suatu hari akhirnya Gian mengungkapkan perasaannya, Kla justru menolak Gian karena ternyata Kla tidak mencintai Gian, perasaannya pada senior itu ternyata sebatas rasa suka, tak lebih.


Selasa, 09 November 2010

Untaian Kisah Para Perangkai Kisah

Review Oleh Emiralda Noviarti


Akhirnyaa.. saya menyerah berulang-ulang membaca enam draft naskah dari bb - iya, sumpaahh, pusing, apalagi karena harus scroll page by page untuk review, akhirnya saya memutuskan untuk mencetak saja seluruh draft naskah itu. Memang masih tertinggal satu naskah lagi milik @SiGadisPemimpi, tapi hutang menulis ini jelas harus segera dicicil :)

So here I am on my way home, with a bundle of almost-one-hundred-pages of drafts (kebetulan saya cetak 4 pages in 1, bolak-balik). This is gonna be a real challenge, karena saya yakin menulis review untuk teman-teman baru ini akan jauh lebih sulit dibanding menulis review untuk buku Nindee, Nenden dan Wulan (well, Wulan kekecualian, karena tulisan di buku itu bukan tulisan Wulan, sehingga agak sulit untuk saya menuliskan review - hasilnya lebih mirip testimonial Friendster, haha..)

Hmm, mulai dari mana, yaa..

Sebelum mulai menulis review, saya harus bilang terus terang, bahwa saya sungguh 'iri' pada keenam teman-teman baru saya ini. Mereka piawai membebaskan imajinasi, lincah merangkai kata dan kalimat menjadi kisah. Saya tidak habis pikir, keenamnya jauh lebih muda daripada saya (jauuhh, bayangkan, beda umurnya bisa dua digit tahun, hihihi..) tapi kemahiran berbahasa sekaligus jam terbang menulis mereka luar biasa. Saya langsung merasa minder dan tak layak ikut-ikutan mengaku sebagai penulis :) Apalagi mengingat bahwa saya sama sekali nggak bisa menulis fiksi - daya imajinasi saya sungguh terbatas, mungkin karena sudah terlalu lama di'paksa' berpikir fact-based, structured, dan solution oriented (haduhh, apa sih ini, hihihi..)

Zula dan Vira rajin menulis di Twitter untuk @puisikita, @fiksimini dan @cerfet (cerita estafet) - tantangan yang sampai kini masih belum kesampaian saya jalani - masih nggak pede :) Tenni, Dyta, Zula, Vira dan Hilda masing-masing pernah (atau masih) menjadi reporter atau penulis, baik untuk media cetak ataupun e-magazine, dan rajin berkontribusi untuk komunitas penulis. Baru-baru ini, Tenni, Hilda dan Dyta masuk list kontestan penulisan cerita untuk Gagas Media. Keenamnya rajin menulis, baik di blog ataupun di facebook.

Hanya Tenni yang memang sarjana komunikasi - background yang cukup dekat dengan tulis-menulis. Sisanya bervariasi, mulai dari mahasiswi ekonomi, calon dokter gigi, bahkan calon sarjana kependidikan dan fisika murni (glek - Ichaa, saya juga dulu lumayan suka fisika, tapi tak sanggup rasanya membayangkan belajar khusus fisika empat tahun, hihihi..)

Untunglah waktu saya nekat ikutan 99 writers nulisbuku.com, saya nggak tahu kalau sebagian besar yang ikutan adalah penulis 'serius' dengan jam terbang yang lumayan, sehingga saya nggak sampai mengurungkan niat nekat saya untuk ikutan. Untung juga saya punya tiga partner-in-crime yang menemani berkejar-kejaran dengan deadline - sehingga akhirnya saya kesampaian juga punya buku dengan nama saya di covernya - selain Tugas Akhir S1 :))

Oke, pengantarnya cukup. Mari kita mulai cerita tentang bukunya. Mulai dengan dua buku pertama - 'Warna Dari Pelangi' (Karina Sacharissa - Icha) dan 'Relationship' (Adyta Purbaya - Dyta). Keduanya novel (dengan panjang lebih dari 100 halaman untuk sebuah cerita, yang saya tak terbayangkan bagaimana cara menuliskannya) bergenre teenlit, biasalah, nggak jauh-jauh dari soal cinta :) Saya memang nggak banyak baca buku teenlit ketika remaja. Waktu itu bacaan saya rasanya kelewat serius, lalu saya sepertinya malah mengalami penurunan kualitas bacaan sejalan dengan bertambahnya umur hingga sekarang ini, hihihi..


Jumat, 05 November 2010

Warna dari pelangi -- Mewarnai hidup yang hitam putih (Karina Sacharisaa)

Oleh : Adyta Purbaya


Saya sudah selesai membaca draft ini sejak dua hari setelah Icha kirim draft ini ke email saya. Tapi, gara-gara editing #relationship, proofread, editing lagi, mesen, segala macem. (belum termasuk tugas kuliah dan proposal skripsi, fiuh!) akhirnya saya harus minta maaf karena baru bisa membuat review nya semalam.

ini pun saya paksakan, kalo nggak begini, bakal terabaikan lebih lama lagiy :D :D :D
Well… saya suka novel mu :) sesuatu seperti apa yang saya tulis… kita menguasai genre yang sama, say :) dan memang rasanya kehidupan remaja punya banyak cerita untuk dibahas dan dijadikan cerita yaa :D

awalnya saya sempat bingung baca draft ini, karena kadang Icha nulisnya pake KLA, kadang pake PELANGI. hehe. kalo boleh sedikit saran, say… enakan dari awal konsisten aja. perkenalkan sebagai pelangi, lantas selanjutnya terus memakai nama panggilan KLA :) *cuma masukan aja yah say, bukannya sok pinter. hehehe. biar orang baca nya jadi lebih enak :) (skali lagi cuma saran yah say, belum tentu juga apa yang aku bikin bisa lebih bagus dari ini, hehe)

dari judulnya pun saya sudah suka :D saya suka pelangi… sesuatu yang indah sehabis hujan… tidak selalu tampak setiap saat, tapi ada :) setia membagi indah sehabis hujan. Penamaan tokoh yang pas dengan karakter Pelangi yang kamu ciptakan disini,,, membagi indah untuk AZ :)


Sabtu, 30 Oktober 2010

Hilda Nurina dan Cerita Tentang Cinta


Akhirnya, setelah draft milik Hilda ini tersimpan lama di komputer saya bersama draft-draft yang lain, saya selesai menuliskan reviewnya juga pagi ini (maaf yah say, kalau kelamaan!). Untuk teman-teman yang lain sabar nungguin reviewnya yah!!!



Pas saya baca judulnya ‘ Cerita Tentang Cinta’ saya berpikir isinya sama seperti cerpen-cerpen yang lain yang sering saya baca. Pada dasarnya memang sama sih, tapi ada sedikit beda disini, yang membuat saya sempat mengernyitkan alis juga, tapi tetap kagum!
Saya tidak pernah berpikir menulis cerpen dengan kata ganti ‘saya’. Selama ini, rata-rata cerpen yang saya baca (atau yang saya buat sendiri) menggunakan kata ganti ‘aku’ atau kata ganti kata orang ketiga.
Dengan sudut pandang yang menurut saya agak ‘aneh’ dan tak biasa ini, Hilda mengemasnya dengan sangat manis. Saya jadi seperti sedang membaca diary seseorang. Saat membacanya, saya merasa seperti sedang mendengarkan curhatannya dia. Bahkan skenario pun ditulisnya seperti itu. Top deh! Salut..
(Jadi pengen bikin cerpen kayak gitu juga, hehehe)