review oleh rosepr1ncess
Saya sering sekali membaca pengakuan mba Emi di twitter, bahwa ia tak bisa menulis, apalagi menulis Fiksi. Bahkan di dalam buku perdananya pun, mba Emi mengulang-ulang pernyataan yang menyatakan bahwa dirinya tak pandai menulis. Pada kenyataannya, buku pedananya “Yang Tersisa Dari Setahun Itu” menggoreskan kisah-kisah yang mengalir halus dan tertata rapi. Tak perlu berbicara jam terbang menulis disini, karena tulisan mba Emi sudah berkata dengan sendirinya, bahwa ia, sang penulis, bisa menulis, dengan gaya bertuturnya sendiri, tanpa butuh jam terbang tinggi sebagai seorang penulis.
Dalam dunia jurnalistik, tulisan mba Emi bisa dimasukkan dalam kategori Feature. Contoh Feature yang paling nyata dalam dunia jurnalistik televisi adalah program “Jejak Petualang”. Pihak stasiun televisi tersebut mungkin menang di video-video yang menyajikan pemandangan alam yang dijelajahi oleh host, tapi mba Emi bisa menang di penyusunan kata-kata. Bahkan tanpa foto pun, pembaca buku ini akan bisa membayangkan seperti apa kehidupan yang dijalani mba Emi di luar negeri.